Selasa, 13 November 2012

Layanan Awan Google Cloud SQL

Pada awal bulan November 2012, Google baru saja meluncurkan Google Cloud SQL yang berbasis open source MySQL (versi 5.5 pada saat diluncurkan).  Google Cloud SQL ini adalah bagian dari solusi Google App Engine yang terus digulirkan untuk mendukung layanan komputasi awan.  Dengan menggunakan layanan ini, maka pengguna tidak perlu dipusingkan dengan masalah seperti pengujian, pengelolaan, dan integrasi dengan layanan Google Cloud lainnya.  Layanan ini diberikan gratis untuk pengguna mencoba sampai dengan Juni 2013 seperti tertera dalam daftar harga layanannya.
Google mendefinisikan semua fungsi yang didukung dan fungsi yang tidak didukung pada halaman FAQ mereka. Adapun beberapa batasan teknis dari layanan tersebut diantaranya adalah:
  • Kapasitas Database tidak lebih besar dari 10 GB
  • Pemrograman hanya bisa menggunakan Java atau Python
Karena komputasi awan dirancang untuk melayani dengan tingkat fleksibilitas dan utilitas yang tinggi, namun batasan manajemen untuk layanan tersebut tetap dilakukan dan diantaranya:
  • Penggunaan database dibulatkan ke hitungan jam terdekat
  • Perubahan billing plan maksimal 3 kali dalam satu bulan
Bagi para pengembang aplikasi yang menggunakan layanan tersebut, Google memberikan harga spesial yang dapat dilihat di sini.

Selasa, 21 Agustus 2012

Pusat Data Facebook (Data Center) Pertama

Setelah beroperasi sejak April 2011, Facebook akhirnya mengundang beberapa jurnalis media cetak dan elektronik secara terbatas untuk menunjukkan pusat data mereka yang berlokasi di Prineville, Oregon, Amerika Serikat.  Gedung ini membutuhkan waktu hampir dua setengah tahun dalam pembangunannya, dan menggunakan arsitektur Open Compute Project (dipionir oleh Facebook) yang mana spesifikasinya terbuka untuk umum untuk dibaca.  Facebook juga memiliki data center di Forest City, Karolina Utara dan Lulea, Swedia.  Berikut spesifikasi Pusat Data Facebook yang terletak di negara bagian Oregon tersebut:

Lokasi: Prineville, Oregon, USA
Luas: 13,656.747 meter persegi
Kapasitas Catu Daya: 28 Mega watt (dibantu dengan 100 Kilo watt dari solar cell)
Nilai Investasi: US$ 210 juta
Jumlah karyawan (pada lokasi): 64

Data Teknis Pusat Data:
PUE: 1.05 s/d 1.18
Jumlah Server: 15,400
Server (1/2 dari total server): Rak Server dari DELL, HP, IBM dan vendor lainnya
Server (lainnya): rancangan khusus untuk MemCache dan Web Server (lihat gambar dibawah)
Server (khusus transaksi keuangan): terkurung dalam jerigi besi yang sangat aman
Umur Server: 3 s/d 5 tahun

Berikut Panel untuk menunjukkan efisiensi pusat data Facebook:
Gambar 1 - PUE Display Pusat Data Facebook (Gigaom.com)
Berikut adalah pintu masuk ke dalam pusat data Facebook:
Gambar 2 - Pintu masuk Pusat Data Facebook (Gigaom.com)
Dalam gedung pusat data dimana terdapat 2 bagian, sebelah kiri adalah server yang menggunakan spesifikasi Open Compute dan sebelah kanan adalah server "store bought" seperti terlihat gambar dibawah:
Gambar 3 - Ruang server baru (kiri) dan lama (kanan) (Gigaom.com)
Gambar dibawah merupakan gambar server model lama:
Gambar 4 - Server jenis "store bought" (Gigaom.com)
Gambar dibawah ada gambar server 1 Gb dengan spek Open Compute:
Gambar 5 - Server 1 Gb dengan spek Open Compute (eweek.com)
Server yang berhubungan dengan transaksi keuangan berada dalam kurungan sangkar besi seperti gambar dibawah:
Gambar 6 -Server dalam kurungan sangkar besi (Gigaom.com)
Udara luar masuk melewati tembok dengan celah dengan bahan karet pada kisi-kisinya seperti gamabar dibawah:
Gambar 7 - Tembok dengan celah untuk udara masuk (Gigaom.com)
Direktur Ken Patchett menunjukkan bagaimana udara mengalir dari luar ke dalam melewati celah2 pada gambar 7 diatas:
Gambar 8 - Bagaimana udara mengalir masuk ke gedung (Gigaom.com)
Udara yang masuk dalam gedung masih harus dilewatkan filter udara seperti terlihat pada filter di bagian kanan:
Gambar 9 - Filter udara dalam gedung (Gigaom.com)
Udara panas dari dalam gedung, akan mengalir keluar dengan dibantu kipas raksasa:
Gambar 10 - Udara panas keluar dibantu kipas raksasa (Gigaom.com)
Di dekat atap gedung, udara panar mengalir keluar lewat celah yang sudah disiapkan:
Gambar 11 - Udara keluar dekat atap gedung lewat celah (Gigaom.com)
Di luar ruangan, Facebook juga memasang solar cell untuk mendukung listrik yang ramah lingkungan seperti gambar dibawah:
Gambar 12 - Panel solar yang ramah lingkungan (Gigaom.com)
Ruangan fabebook tidak menarik kalau tidak ada tombol "like"
Gambar 13 - Tombol "like" untuk menyalakan lampu dalam gedung (eweek.com)
Kita tunggu berita selanjutnya untuk gedung ke-2 Facebook yang memiliki teknologi yang lebih baik dari yang ada saat ini.

Kamis, 02 Agustus 2012

Bagaimana mengukur efisiensi Pusat Data (Data Center)?

Pusat Data (Data center) merupakan tempat dimana semua sumber daya, termasuk sistem komputer, perlengkapan telekomunikasi, aplikasi, sistem penyimpanan data, sistem pendingin, sistem cadangan catu daya (UPS), sistem keamanan dan lainnya, dapat disatukan dan selain itu pusat data juga merupakan salah satu komponen penting dalam komputasi awan (definisi komputasi awan dapat dilihat pada artikel Apa itu Komputasi Awan?).  Pusat Data sesuai dengan kebutuhan juga memiliki beberapa tingkatan (tiers) yang dibahas dalam artikel Tingkatan Pusat Data.  Namun dalam operasinya Pusat Data diukur efisiensinya melalui perhitungan PUE (Power Usage Effectiveness) dengan formula berikut:


PUE dihitung dengan membagi bilai jumlah semua catu daya (Total Facility Power) yang disediakan dalam pusat data dengan nilai catu daya yang digunakan oleh perlengkapan IT (IT Equipment Power).  Catu daya yang tersedia biasanya digunakan untuk kebutuhan perlengkapan IT ditambah dengan catu daya lainnya seperti sistem pendinginan, sistem penerangan, sistem distribusi daya dan perlengkapan lainnya yang membutuhkan catu daya.  Idealnya sebuat pusat data memiliki efisiensi atau PUE dengan nilai 1.0 atau dengan kata lain catu daya yang tersedia seratus persen digunakan hanya untuk perlengkapan IT.  Pusat data yang menggunakan perlengkapan dengan efisiensi tinggi akan menghasilkan PUE yang semakin mendekati nilai 1.0.  Pusat data Google misalnya setiap kwartalnya mengumumkan efisiensi pusat datanya lewat situsnya dengan nilai Kwartal 1 2012 adalah 1.13.  Grafik dibawah menunjukkan penurunan PUE Pusat Data Google dari tahun ke tahun sejak 2008 sampai 2012:
Gambar 1 - Nilai PUE Pusat Data Google
Untuk mengukur PUE lebih akurat lagi, Google menggunakan formula PUE seperti dibawah:


Masing-masing komponen tersebut tergantung dari perlengkapan yang digunakan untuk mendukung pusat data seperti yang terlihat dalam gambar berikut:
Gambar 2 - Catu daya untuk kebutuhan selain kebutuhan perlengkapan IT
Pusat Data yang mencantumkan "Green Data Center" (Pusat Data Ramah Lingkungan) wajib memperhatikan sumber energi catu daya yang digunakan untuk kepentingan pusat data seperti dijelaskan dalam artikel apa kriteria sebuah pusat data

Efisiensi Pusat Data di Asia Tenggara menurut hasil penilitian IDC Asia Pacific dan IBM yang dilansir oleh media ZDnet mengatakan hanya 10% pusat data di Asia Tenggara, termasuk di dalamnya Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand dan Filipin, yang masuk dalam kategori efisien.  Asia Pasifik akan menjadi pusat pertumbuhan tertinggi dalam pertumbuhan pusat data secara global.  Untuk itu, pusat data yang efisien adalah pusat data yang punya daya saing yang tinggi sehingga jasanya akan semakin digunakan perusahaan-perusahaan global.

Bagaimana efisiensi pusat data yang ada di Indonesia?  Untuk menjawab pertanyaan ini, setiap pusat data perlu mempublikasikan efisiensi pusat data mereka masing-masing.  Pusat Data yang digunakan di masa mendatang oleh korporasi terutama oleh korporasi asing adalah pusat data yang terus menerus meningkatkan efisiensi pusat data mereka.

Rabu, 25 Juli 2012

Apa kriteria sebuah pusat data (Data Center)?

Pertanyaan ini sering muncul karena untuk menjadi sebuah pusat data (Data Center) dimana layanan awan tersedia itu tidak mudah, banyak faktor yang harus dipertimbangkan selain dari minimalnya gangguan alam seperti gempa bumi dan lainnya.  Setelah melakukan berbagai penelitian (dengan membaca berbagai artikel di Internet) dan mencari tahu kriteria apa yang dipakai oleh perusahaan besar sekelas Google, Amazon dan Facebook untuk membangun pusat data mereka.
Berikut adalah 10 kriteria utama (masing-masing perusahaan memiliki sekitar 40 sampai dengan 50 kriteria dalam memilih lokasi pusat data) yang dipakai perusahaan-perusahaan ini dalam membangun pusat data:
  1. Biaya listrik yang murah
  2. Ketersediaan listrik yang handal
  3. Area pedesaan
  4. Adanya insentif dari negara dan wilayah
  5. Tersedianya air 
  6. Birokrasi yang sederhana
  7. Dekat dengan pusat Internet
  8. Dekat dengan kota besar dan lapangan udara
  9. Dimulai dengan perusahaan besar
  10. Cuaca yang mendukung
Google, Apple, Facebook, Disney, AT&T dan masih banyak lainnya untuk wilayah Amerika, mereka memilih negara bagian Karolina Utara (North Carolina) seperti kota-kota Lenoir, Hickory, Forest City dan Maiden.  Bahkan daerah Catawba negara bagian Karolina Utara mempublikasikan daerah-daerah mereka yang siap dijadikan pusat data lewat web site mereka.  Masing-masing negara bagian berlomba-lomba untuk mendapatkan bagian dari kue yang cukup besar, termasuk negara bagian tetangga, Karolina Selatan (South Carolina).

Walau Karolina Utara menikmati panen karena banyaknya perusahaan besar di dunia menanamkan banyak investasi pada negara bagian itu lewat pusat datanya, bahan baku sumber energi masih menjadi perhatian termasuk organisasi Greenpeace.  Apple yang membangun pusat data di wilayah Karolina Utara terpaksa membangun sumber energi sendiri berbasis panel surya (solar panel) karena dikritik menggunakan sumber energi yang tidak ramah lingkungan seperti batu bara dan nuklir.  Selain di Karolina Utara, Apple merencanakan menaruh pusat data di negara bagian Nevada (dekat Reno) dan negara bagian Oregon seperti yang dilansir cnet.

Lokasi pusat data Google di dunia dapat dilihat di situs google khusus pusat data.  Bahkan google membanggakan pusat data di Singapura (selesai awal 2013) sebagai salah satu pusat yang paling ramah lingkungan dan paling efisien di wilayah Asia.

Pertanyaan: 
  1. Wilayah mana di Indonesia yang cocok untuk menjadi tempat pusat data untuk layanan awan sekarang dan di masa mendatang? 
  2. Kriteria apa saja yang perlu dipakai dalam menilai pusat data di Indonesia?
Silahkan berbagi opini di blog tersebut ...

Apa itu Komputasi Awan?

Komputasi Awan terdiri dari 2 (dua) kata yaitu: Komputasi dan Awan.   Komputasi adalah sebuah proses transformasi dari data yang tersimpan dalam sistem komputer dalam berbagai bentuk melewati dalam jangka waktu tertentu sedangkan awan memberikan kesan bahwa tidak adanya batasan lokasi dimana proses atau layanan itu berada.  Menurut NIST 800-145 definisi Komputasi Awan adalah sebuah model komputasi yang memungkinkan akses jaringan mudah, tanpa batasan lokasi, dan dapat dilakukan sewaktu-waktu terhadap sekelompok sumber daya komputasi yang dapat dikonfigurasi (semisal jaringan, server, penyimpanan data, aplikasi dan layanan), yang dapat dengan cepat dapat ditetapkan dan siap digunakan dengan usaha yang minim dalam pengelolaan atau interaksi dari penyedia jasa.   Selanjutnya, Komputasi Awan mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  • Swalayan
  • Akses Jaringan Luas
  • Penyatuan sumber daya  
  • Elastis dan cepat
  • Layanan yang terukur
Model layanan dari Komputasi Awan dapat merupakan salah satu diantara model dibawah:
  • Awan Privat - Awan yang biasa disiapkan untuk digunakan secara eksklusif untuk organisasi tertentu yang mungkin mempunyai beberapa unit bisnis.
  • Awan Komunitas - Awan yang disiapkan untuk digunakan untuk komunitas dari sejumlah konsumen yang mempunyai misi, kebutuhan, kebijakan dan kepatuhan terhadap regulasi yang sama.
  • Awan Publik - Awan yang dapat digunakan secara umum atau publik, baik untuk bisnis, akademik, atau pemerintah.
  • Awan Compuran atau hibrid - Awan yang merupakan kombinasi dari Awan Publik dan Awan Privat atau Privat Komunitas yang menggunakan standar teknologi yang sama.


Lokasi fisik Awan Privat dan Awan Komunitas bisa berada pada lokasi fisik dimana awan dibutuhkan atau pada lokasi penyedia layanan.  Sedangkan Awan Publik atau Awan Campuran biasanya lokasi fisik layanan terpasang pada lokasi penyedia layanan awan tersebut.